Home > Tugas Softskill (smstr II) > SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

Setiap individu pasti akan memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun kelompoknya, maka untuk mendapatkan barang yang diinginkannya kegiatan perekonomian pun terjadi. Dengan semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya itu maka semakin dirasakan perlunya sistem perekonomian yang lebih teratur dan terencana. Di negara Indonesia sistem perekonomian itu sendiri dibedakan dalam 4 masa, yani sebelum kemerdekaan, orde lama, orde baru dan masa reformasi.

Sebelum Kemerdekaan

Sebelum merdeka, Indonesia mengalami masa penjajahan oleh berbagai negara, antara lain Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang. Maka banyak sekali sistem perekonomian yang terjadi pada saat itu. Paham merkantilis (perdagangan international), sistem landrent (pajak tanah), cultuurstelstel (sistem tanam paksa) sampai sistem ekonomi pintu terbuka (liberal) diterapkan di Indonesia. Dengan adanya sistem perekonomian itu berdampak positif dan negative bagi negara kita. Negative, karena sangat menyiksa para penduduk asli dengan adanya sistem bayar pajak tanah dan tanam paksa. Tetapi positif, bila perdagangan terbuka dan internasional dilakukan karena dengan membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk dapat bertemu dengan bangsa lain dari berbagai negara.

Sesudah Kemerdekaan

Masa Orde Lama,
Keadaan perekonomian pada awal masa kemerdekaan Indonesia amat buruk. Hal ini disebabkan adanya inflasi yang sangat tinggi. Banyak tokoh negara yang ikut merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia. Contohnya : Bung Hatta dengan ide dasar ekonomi koperasi dan Sumitro Djojohadikusumo dengan ide ekonomi campuran. Namun dalam proses perkembangannya disepakatilah suatu bentuk ekonomi baru yakni Demokrasi Ekonomi yang menganut sistem ekonomi Pancasila.
Meskipun sudah menganut sistem perekonomian Ekonomi Demokrasi, bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi. Kebebasan usaha yang tidak terkendali (liberalisme) terjadi pada tahun 1950 sampai dengan 1957 sedangkan keikutsertaan pemerintah yang terlalu dominan (etatisme) terjadi pada tahun 1960 sampai masa orde baru.

Masa Orde Baru,
Iklim kebangsaan setelah masa orde baru menunjukkan suatu kondisi yang sangat mendukung untuk dilaksanakannya sistem perekonomian yang nilai-nilainya tersirat dalam UUD 1945 yang sesungguhnya diinginkan oleh rakyat Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari masa rehabilitasi dan perbaikan hampir di seluruh sektor kehidupan. Tetapi sayangnya pembangunan tersebut hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi dan social yang adil. Akibatnya, Indonesia berdampak paling buruk ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global.

Orde Reformasi,
Pada masa kepemimpinan Bapak B.J.Habibie pergerakan di bidang ekonomi belum banyak. Kebijakan yang muncul hanya untuk menstabilkan keadaan politik di Indonesia. Pada masa Ibu Megawati Soekarnoputri lebih menitikberatkan pada pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. Sedangkan untuk masa kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, beliau meneruskan apa yang sudah diterapkan oleh para pemimpin sebelumnya. Kebijakan yang paling kontroversial adalah dengan pengurangan subsidi BBM dan program BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) bagi orang-orang yang kurang mampu. Tetapi sampai sekarang pun hal tersebut masih belum dianggap berhasil karena tidak didukung oleh setiap bagiannya.

About these ads
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: